Jumat, 27 Mei 2011

HUJAN INI BUKAN HUJANMU


 
Masih teringat tentang cerita seorang yang memiliki ambisi setinggi langit tentang seorang Yarangga…
Ia masih terus memasuki pikiranku
Inspirasinya hanya pada saat hujan
Lalu  apakah memang hujan selalu jadi milikknya?
Milik Yarangga??

Untuk hari ini saja, aku ingin mengatakan
“hujan ini bukan hujanmu”
Aku menganggap hujan hari ini adalah milikku
Hujan untukku adalah perwakilan dari tangis seseorang
Saat ini aku ingin menangis, namun terhalang sesuatu
Ketika itu hujan turun..

Ya, hujan hari ini adalah hujanku
Hari ini bukan hujan milik Yarangga.
Bisakah ia menciptakan ide pada saat hujan hari ini?
Ide yang bisa membuat mata seorang laki-laki yang memilki ambisi setinggi langit itu kembali berapi-api?
Mata yang tidak pernah bisa kuciptakan walaupun kuceritakan tentang hujan kepadanya?

Ya, hujan ini bukan milikmu,
Tapi milik mereka yang ingin menghapus kesedihan karena tidak dapat menangis.
Dan itu aku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar