Bukan, dia bukan siapa-siapa
Dia hanyalah yang TER
Terlalu pintar
Terlalu membahagiakan
Terlalu indah
Terlalu menyakitkan
Hingga terlalu tidak teraih...
Entahlah, tiba-tiba saja aku mengingatnya lagi
Membuka profilnya dari social network membuatku merasa dia sekarang ini jauh sekali...
Aku merindukannya
Aku merindukan tawanya yang dulu pernah tercipta untukku
Aku merindukan kesalnya saat ia sedang dalam kondisi tidak bisa menyelesaikan rumus matematika dan fisikanya
Hey, aku merindukanmu Mr. Marzendooo
Senin, 28 November 2011
Senin, 25 Juli 2011
KETIKA INGATAN MASA KECIL BERJALAN MENJADI DOMINAN (BERHARAP TIDAK DIPERMAINKAN)
Tepat beberapa bulan lalu, aku teringat tentang seorang teman
Teman lama yang hampir 12 tahun hanya menjadi missing person dalam daftar teman-temanku
Namun entah mengapa, beberapa bulan lalu saat tiba-tiba memikirkannya dan mencoba mencarinya melalui dunia maya,
Aku merasa hentakan dalam hatiku
Ya, bagian masa kecilku yang hanya kuanggap missing person,
Mampu membuatku menghabiskan waktu mencari informasi tentangnya
Dia adalah perubahan yang membuatku tertegun sejenak
Aku mencoba menggali ingatan masa kecilku tentangnya
Tentu saja aku mengingatnya
Bahkan masih mengingat nama lengkapnya saat mencoba mencarinya di dunia maya
Menemukannya seperti mendapatkan hadiah ulang tahunmu dalam waktu yang dipercepat
Dia adalah seorang Bhakti Eko Nugroho
My workacholic man…
Awalnya kami memulai kembali membangun ingatan kami melalui pesan instan
Aku sangat tidak menyangka,
Dia yang dulu dalam ingatanku adalah seorang yang simple..
Seorang anak laki-laki kelas 5 SD yang masih senang bermain dan membuat onar
Kini berubah menjadi seorang yang tidak pernah terbayangkan olehku sama sekali
Aku tidak pernah menyangka ia akan meloncat sejauh itu untuk memperbaiki sikap anak-anaknya
Yeah, he is the changer of possibility
Lalu tanpa direncanakan, terjadilah pertemuan singkat itu
Aku mengiyakan saat ia mengajakku keluar untuk bermain sesaat meninggalkan kepenatan aktifitas kami
Tanpa aku ketahui, ia mengajakku ke tempat dimana kami dulu bersekolah
Sekolah Dasar yang telah berubah menjadi bangunan yang tidak lagi kami ketahui
Kami menyusuri tiap jengkal perubahan bangunan tersebut
Mencoba mengingat kembali ada dibagian mana kami dulu
Perdebatan kecil yang membuat kami tertawa
Serta kami pun tenggelam dalam mitos dulu tentang kamar mandi angker yang membuat kami merasa ketololan diri kami 12 tahun yang lalu
Sampai akhirnya ia menggenggam tanganku
Membawaku naik ke bangunan atas, tempat terakhir kami menghabiskan 6 tahun bersekolah disana
Aku menatap fana bangunan itu
Tiba-tiba saja, lembar-lembar kenangan itu terhampar bebas di mataku
Dulu, aku mengakui…
Aku sering memandanginya dari kejauhan
Tanpa diketahui oleh siapapun
Bahkan oleh sahabat-sahabatku
Aku hanya ingin memilikinya dalam ingatanku sendiri
Ketika aku sedang tenggelam dalam memori itu,
Tiba-tiba ia juga mengingat semua permainan kami 12 tahun yang lalu
Tanpa aku sadari, ia membawaku perlahan untuk membuka kembali rasa berdebar-debar itu
Rasa yang mengingatkanku pada keegoisan, hanya ingin memilikinya sendiri dalam ingatanku
Sampai akhirnya perbincangan tentang masa lalu dan diri kami pada saat ini berpindah
Dari tempat yang satu ke tempat lainnya
Tapi aku masih tetap mengingat dan mematri dirinya dalam ingatanku
Aku sempat mengingat perbincangan kami lewat pesan instan tentang dirinya yang telah merelakan seorang teman masa kecilnya untuk sahabatnya
Awalnya kupikir, itu adalah murni kisah pribadinya
Namun tanpa sadar, aku mulai menelaah bahwa dirikulah yang sedang dibicarakannya
Namun aku tidak mau menegaskan itu padanya karena akan membuat posisi kami semakin tersudut
Hanya akan mempersingkat hubungan lama ini
Egoiskah aku, Bhakti?
Aku sempat menjelaskan tentang porsi seseorang dalam hidupku
Lalu ia pun bertanya, apa posisinya di diriku
Sejujurnya aku tidak bisa menjawab
Karena dia bukanlah kawan, lawan, sahabat atau saudara
Aku tidak pernah mengkategorikan seseorang yang mampu membuatku berdebar-debar dalam 4 kategori itu
Namun jika memang harus memasukkannya dalam kategori,
Maka dia adalah my workacholic man
Tiba-tiba saja, ia bicara tentang perasaan hatinya
Sambil menggegam tanganku, aku bisa merasakan perasaannya yang sedang berantakan
Aku menunggunya mengatakan kata-kata itu,
Namun pada akhirnya ia hanya berkata “ikhlas”
Aku tidak ingin semua ini berhenti
Aku tidak ingin hubungan ini hanya diikhlaskan saja
Aku merasakan hal lain dalam hatiku
Sekali lagi, apakah aku egois, Bhakti??
Ketika mengingatnya, aku selalu teringat tentang seorang Arai
Aku menginginkan dia memperjuangkan sesuatu seperti Arai
Penuh ambisi, tanpa mengesampingkan perasaan hatinya
Namun harapanku hampir pupus ketika ia mengatakan
“Namun Zakiyah Nurmala tidak dimiliki oleh siapapun pada waktu itu”
Lagi-lagi, dengan segala dorongan hati dan keegoisanku, aku mengatakan
Perjuangkan apa yang layak kau perjuangkan
Klasik, tapi aku menginginkan itu…
Lagi Bhakti, apakah aku egois??
Hingga akhirnya ia mengatakan takut kehilanganku
Dan lagi-lagi mengakhirinya dengan berkata “ikhlas”
Hingga saat ini aku tidak pernah lagi mendapat kabar tentangnya
Apakah semua hal yang berjalan beberapa jam waktu itu, hanya akan lewat begitu saja?
Apakah semuanya akan berakhir tanpa penjelasan sedikitpun
Dan hanya akan meninggalkan dia sebagai seseorang yang hanya ingin kuingat sendiri?
Dalam beberapa bulan lagi, ia akan menginjakkan kakinya di Negeri Sakura
Aku berharap dan berdoa semoga mimpinya bisa ia raih
Seperti Zakiyah Nurmala yang walaupun tidak diketahui siapapun, pasti selalu mendoakan yang terbaik untuk Arai,
Dan berharap Arai tetap menjaga hatinya untuk dirinya
Atau berharap suatu hari nanti Arai akan datang dengan senyuman seperti biasanya dan menghampirinya,
Yang pada saat itu, ia tidak akan menghindar lagi…
Untukmu, dearest Bhakti Eko Nugroho…
Ada sesuatu yang tidak bisa juga aku ucapkan
Bukan karena aku tidak memiliki pilihan seperti katamu
Namun karena aku,,,
Dari 12 tahun yang lalu, hingga saat ini
Selalu menyimpan debaran itu seorang diri
Dan tidak menyangka kalau kau sekarang bisa sedekat ini,
Bahkan bisa kusentuh
Mimpi indah yang kutunggu selama 12 tahun, akhirnya terjadi
Walalupun butuh waktu 12 tahun untuk menemukanmu lagi
Namun ternyata debaran itu tidak pernah berubah…
Best regard,
Bhakti Eko Nugroho
My Workacholic Man
Jumat, 27 Mei 2011
KAU MEMANG MENGERTI UNTUK SEORANG SAHABAT, TAPI AKU KEKASIHMU
Aku kekasihmu
Tidak ada yang menyangkal kebenaran status kita
Namun kau adalah terbaik bagi seorang sahabat
Kau memiliki sahabat, berinisial M, yang enggan kusebutkan namanya, karena hanya membuatku merasa terasingkan
Setelah Yarangga, lalu M.
Pada seorang M, kau selalu menyebutkan aku sama dengannya.
Semua khayalanku, ke-terasinganku dalam sebuah lingkaran pertemanan, bahkan duniaku.
M adalah sosok yang kau sebut sebagai refleksi diriku
Apakah kau ingat saat M masih menjalin hubungan bersama kekasihnya, D?
Hubungan yang kau bilang sangat tidak seimbang, karena D tidak dapat mengerti M
M adalah seorang perempuan dengan ke abstrakan yang tidak ternilai.
Ia selalu menciptakan dunianya sendiri
Lewat tulisan,,pancaran mata,,kekosongannya,,ataupun lewat gambar
M adalah perempuan seperti itu.
Lalu saat kau bertemu aku dan melihat aku juga seperti M, kau merasa aku akan cocok dengan M.
Aku memang merasa bahwa M terkadang memiliki dunia yang sama denganku.
Namun beruntungnya aku dibanding M, aku memilikimu sebagai kekasihku, yang (dulu) bisa mengerti aku.
Sedangkan M hanya memilikimu sebagai sahabatnya
Lalu M pun akhirnya berpisah dengan D dan menemukan sosok lain yang dapat mengerti dirinya
Kembali ia menceritakan segala hal padamu dan kau terus menyemangatinya menjalani hidup yang nyaman untuknya.
Lalu ada apa denganmu pada saat 27 mei tengah malam?
Beberapa hari ini aku kembali menemukan beberapa teman lama dalam pikiranku
Mereka merindukanku disaat aku sudah mulai terbiasa berada di dalam lingkaran
Merasa ingin sekali membuat mereka mengerti bahwa aku ingin menjadi orang dalam lingkaran, mereka pun akhirnya tidak mau pergi.
Aku pun kembali menerima mereka dan kembali berbagi dalam ruang yang dianggap aneh oleh sebagian besar orang.
Aku seperti merasa menemukan teman lama ku kembali, menemukan diriku yang dulu
Diriku yang berada di luar lingkaran, namun tidak sendirian.
Lelaki yang memiliki ambisi setinggi langit, apakah keberadaanku menjadi kejengahan bagimu dalam memilikiku sebagai kekasihmu?
Ataukah kau lebih nyaman dengan posisimu sebagi sahabat dalam menghadapi orang-orang seperti aku?
Apa kau masih ingat ketika aku beberapa kali mengatakan, aku merindukan kamu yang dulu?
Ya, aku memang merindukan kamu yang dulu.
Aku merindukan lelaki dengan mata yang tenang dan tegar
Kuat, kokoh, walau apapun yang menghalanginya.
HUJAN INI BUKAN HUJANMU
Masih teringat tentang cerita seorang yang memiliki ambisi setinggi langit tentang seorang Yarangga…
Ia masih terus memasuki pikiranku
Inspirasinya hanya pada saat hujan
Lalu apakah memang hujan selalu jadi milikknya?
Milik Yarangga??
Untuk hari ini saja, aku ingin mengatakan
“hujan ini bukan hujanmu”
Aku menganggap hujan hari ini adalah milikku
Hujan untukku adalah perwakilan dari tangis seseorang
Saat ini aku ingin menangis, namun terhalang sesuatu
Ketika itu hujan turun..
Ya, hujan hari ini adalah hujanku
Hari ini bukan hujan milik Yarangga.
Bisakah ia menciptakan ide pada saat hujan hari ini?
Ide yang bisa membuat mata seorang laki-laki yang memilki ambisi setinggi langit itu kembali berapi-api?
Mata yang tidak pernah bisa kuciptakan walaupun kuceritakan tentang hujan kepadanya?
Ya, hujan ini bukan milikmu,
Tapi milik mereka yang ingin menghapus kesedihan karena tidak dapat menangis.
Dan itu aku
Kamis, 19 Mei 2011
Sometimes, I just Miss Him
Setelah sebuah hubungan berakhir, entah kapan...
Kamu mulai merasa lebih baik tanpa dirinya
atau mungkin sebaliknya
Kamu merasa terlalu sendiri tanpa kehadirannya.
Lalu setelah beberapa lama,
kau pun mulai menemukan pengganti dirinya
Mungkin yang lebih baik dan lebih bisa memberikanmu ketenangan.
Kau mulai sanggup untuk berfikir, bahwa kini kau bisa berdiri, bangkit bahkan berlari tanpa dirinya
Ya, kau memang melakukannya
Semuanya kau anggap hanya masa lalu
dan semua hanya tinggal kenangan manis bersama dirinya.
Namun apa yang terjadi ketika dia pun mulai bangkit dan membuka hati untuk perempuan lain?
Ketika kau sudah merasa memiliki pasangan yang tepat dan mendapati kenyataan bahwa kau CEMBURU dengan pasangannya yang sekarang.
Mari katakan, ini tidak ada dalam skenario mu
Namun yang terjadi memang demikian.
Kau merasa tergantikan dengan pasanagnnya yang sekarang
Kau mulai mencari tau dan melakukan perbandingan
hingga akhirnya mendapati bahwa kau jauh lebih baik dari pasangannya.
Lalu bagaimana caranya agar perasaanmu tidak terasa seperti tertekan ketika harus melihat mereka berdua?
atau apa yang harus kita lakukan pada kenangan yang memaksa ingin keluar?
Tapi kau harus tetap pada aturanmu, dan aturan umum tentang cinta
SALING MENGHARGAI...
Kau harus tetap menghargai pasanganmu
Kau harus tetap menghargai keputusannya untuk berani membuka hati lagi dengan orang lain.
dan kau harus menerima, bahwa yang sudah terbang, tidak akan pernah kembali lagi
Pada waktu-waktu seperti itu,
kalian hanya bisa berkata...
Sometimes, I just Miss Him...
Kamu mulai merasa lebih baik tanpa dirinya
atau mungkin sebaliknya
Kamu merasa terlalu sendiri tanpa kehadirannya.
Lalu setelah beberapa lama,
kau pun mulai menemukan pengganti dirinya
Mungkin yang lebih baik dan lebih bisa memberikanmu ketenangan.
Kau mulai sanggup untuk berfikir, bahwa kini kau bisa berdiri, bangkit bahkan berlari tanpa dirinya
Ya, kau memang melakukannya
Semuanya kau anggap hanya masa lalu
dan semua hanya tinggal kenangan manis bersama dirinya.
Namun apa yang terjadi ketika dia pun mulai bangkit dan membuka hati untuk perempuan lain?
Ketika kau sudah merasa memiliki pasangan yang tepat dan mendapati kenyataan bahwa kau CEMBURU dengan pasangannya yang sekarang.
Mari katakan, ini tidak ada dalam skenario mu
Namun yang terjadi memang demikian.
Kau merasa tergantikan dengan pasanagnnya yang sekarang
Kau mulai mencari tau dan melakukan perbandingan
hingga akhirnya mendapati bahwa kau jauh lebih baik dari pasangannya.
Lalu bagaimana caranya agar perasaanmu tidak terasa seperti tertekan ketika harus melihat mereka berdua?
atau apa yang harus kita lakukan pada kenangan yang memaksa ingin keluar?
Tapi kau harus tetap pada aturanmu, dan aturan umum tentang cinta
SALING MENGHARGAI...
Kau harus tetap menghargai pasanganmu
Kau harus tetap menghargai keputusannya untuk berani membuka hati lagi dengan orang lain.
dan kau harus menerima, bahwa yang sudah terbang, tidak akan pernah kembali lagi
Pada waktu-waktu seperti itu,
kalian hanya bisa berkata...
Sometimes, I just Miss Him...
Jumat, 13 Mei 2011
Untuk Mereka yang Memiliki Ambisi Setinggi Langit
Aku mendengarkan semua celotehannya tentang organisasi.
Seperti tersihir dan merasa seakan-akan aku ada dalam lingkaran itu
Lalu tanpa sadar, aku juga ikut terbawa dan mulai mengingat-ingat kembali
"Seorang Ernest yang dulu selalu bersamaku memperjuangkan segala hal, kini telah berubah menjadi orang lain"
"Atau seorang Olivia dan Siput yang dulu kami perjuangkan dan bimbing bersama, saat ini telah bisa berdiri bahkan berlari meninggalkanku"
Tanpa sadar dengan apa yang kurasakan, aku pun menangis dipelukannya..
Lalu beralih lah cerita itu pada sebuah ide cerita tentang seorang temannya yang sangat ia banggakan
"Yarangga"
Ia mengatakan bahwa Yarangga selalu memiliki ide cerita yang ajaib untuknya.
Aku mendengarkan cerita tersebut dengan hati yang....(boleh kah jika aku mengatakan sakit?)
Sebuah ide yang cukup simple, namun bisa ia banggakan sampai berjam-jam bahkan berhari-hari.
Lalu setelah itu dengan tanpa beban ia mengatakan tepat di depan wajahku
"Nanti kalau semua skripsi dan urusan proses akhir udah selesai, aku mau garap film dari idenya Yarangga"
Aku hanya tersenyum dan mengangguk saat ia mengatakan itu.
Sekuat inikah tekad yang dimiliki oleh MEREKA YANG MEMILIKI AMBISI SETINGGI LANGIT?
Seperti tersihir dan merasa seakan-akan aku ada dalam lingkaran itu
Lalu tanpa sadar, aku juga ikut terbawa dan mulai mengingat-ingat kembali
"Seorang Ernest yang dulu selalu bersamaku memperjuangkan segala hal, kini telah berubah menjadi orang lain"
"Atau seorang Olivia dan Siput yang dulu kami perjuangkan dan bimbing bersama, saat ini telah bisa berdiri bahkan berlari meninggalkanku"
Tanpa sadar dengan apa yang kurasakan, aku pun menangis dipelukannya..
Lalu beralih lah cerita itu pada sebuah ide cerita tentang seorang temannya yang sangat ia banggakan
"Yarangga"
Ia mengatakan bahwa Yarangga selalu memiliki ide cerita yang ajaib untuknya.
Aku mendengarkan cerita tersebut dengan hati yang....(boleh kah jika aku mengatakan sakit?)
Sebuah ide yang cukup simple, namun bisa ia banggakan sampai berjam-jam bahkan berhari-hari.
Lalu setelah itu dengan tanpa beban ia mengatakan tepat di depan wajahku
"Nanti kalau semua skripsi dan urusan proses akhir udah selesai, aku mau garap film dari idenya Yarangga"
Aku hanya tersenyum dan mengangguk saat ia mengatakan itu.
Sekuat inikah tekad yang dimiliki oleh MEREKA YANG MEMILIKI AMBISI SETINGGI LANGIT?
Ada beberapa hal yang membuatku merasa terabaikan..
Pertama, walaupun aku tidak pernah memberikan ide-ide cerita sehebat yang dimiliki Yarangga, namun aku pernah membagi beberapa cerita sampahku padanya. Ia memang mengatakan "Ayo kita lakukan"
Hanya saja, pancaran matanya saat itu, bukan seperti pancaran matanya saat membicarakan ide dari Yarangga.
Pancaran mata yang ia berikan padaku, hanya sebatas menghargai
Namun yang ia berikan untuk ide cerita Yarangga, adalah sebuah ambisi dan obsesi yang harus terwujud.
Jadi seperti inikah rasanya disisihkan karena tidak bisa memberikan pancaran mata penuh ambisi itu kepadanya?
Lalu yang kedua, saat ia mengajakku untuk ikut bergabung menggarap ide cerita milik Yarangga.
Aku hanya bisa tersenyum sambil menggeleng
Ia bertanya "Mengapa?"
Aku hanya bisa menjawab "Bukan duniaku"
"Lalu seperti apa duniamu?"
Rasanya ingin sekali aku menjawab "Yang semuanya dipenuhi tentang kebahagiaanmu, walaupun itu tidak membuatku bahagia"
Namun aku tau mungkin saja jawaban itu bisa menyakitinya
Akhirnya aku menjawab "Duniaku...dunia yang tidak ada siapa-siapa di dalamnya.Sepi tanpa apapun"
"Apa aku tidak kamu izinkan untuk masuk ke hidup kamu?"
"Aku mengizinkanmu untuk masuk ke hidupku, tapi tidak keduania ku"
Ia pun rasanya bisa menerima jawaban kesakit hatianku atas dukungan terhadap ambisinya..
Lalu aku pun berfikir, apakah aku tidak bisa memberikan raut muka dan pancaran mata penuh ambisi kepadanya, sama seperti yang bisa dilakukan oleh Yarangga, walaupun hanya lewat ide cerita?
Pertama, walaupun aku tidak pernah memberikan ide-ide cerita sehebat yang dimiliki Yarangga, namun aku pernah membagi beberapa cerita sampahku padanya. Ia memang mengatakan "Ayo kita lakukan"
Hanya saja, pancaran matanya saat itu, bukan seperti pancaran matanya saat membicarakan ide dari Yarangga.
Pancaran mata yang ia berikan padaku, hanya sebatas menghargai
Namun yang ia berikan untuk ide cerita Yarangga, adalah sebuah ambisi dan obsesi yang harus terwujud.
Jadi seperti inikah rasanya disisihkan karena tidak bisa memberikan pancaran mata penuh ambisi itu kepadanya?
Lalu yang kedua, saat ia mengajakku untuk ikut bergabung menggarap ide cerita milik Yarangga.
Aku hanya bisa tersenyum sambil menggeleng
Ia bertanya "Mengapa?"
Aku hanya bisa menjawab "Bukan duniaku"
"Lalu seperti apa duniamu?"
Rasanya ingin sekali aku menjawab "Yang semuanya dipenuhi tentang kebahagiaanmu, walaupun itu tidak membuatku bahagia"
Namun aku tau mungkin saja jawaban itu bisa menyakitinya
Akhirnya aku menjawab "Duniaku...dunia yang tidak ada siapa-siapa di dalamnya.Sepi tanpa apapun"
"Apa aku tidak kamu izinkan untuk masuk ke hidup kamu?"
"Aku mengizinkanmu untuk masuk ke hidupku, tapi tidak keduania ku"
Ia pun rasanya bisa menerima jawaban kesakit hatianku atas dukungan terhadap ambisinya..
Lalu aku pun berfikir, apakah aku tidak bisa memberikan raut muka dan pancaran mata penuh ambisi kepadanya, sama seperti yang bisa dilakukan oleh Yarangga, walaupun hanya lewat ide cerita?
Apakah UNTUK MEREKA YANG MEMILIKI AMBISI SETINGGI LANGIT, tidak ada tempat sedikitpun untukku ingin membagikan ide sampahku, yang setidaknya bisa membuatnya menoleh sesaat ketika aku bercerita?
Untukmu yang memiliki ambisi setinggi langit...
Aku hanya bisa mendukung dan berdoa yang terbaik untukmu.
Aku hanya bisa berharap keajaiban, yang kuminta bukan untukku, melainkan untukmu
Untukmu yang memiliki ambisi setinggi langit,
Aku belajar menjadikan senyummu, menjadi bagian dari senyumku
_Goodluckmyambitiousman (i'mherewithyou)_
Untukmu yang memiliki ambisi setinggi langit...
Aku hanya bisa mendukung dan berdoa yang terbaik untukmu.
Aku hanya bisa berharap keajaiban, yang kuminta bukan untukku, melainkan untukmu
Untukmu yang memiliki ambisi setinggi langit,
Aku belajar menjadikan senyummu, menjadi bagian dari senyumku
_Goodluckmyambitiousman (i'mherewithyou)_
CINTA ITU UNIVERSAL
Kami sedang membicarakan tentang seorang teman yang sangat menyenangkan untuk dibahas
Kami, atau aku lebih tepatnya, menamakannya lelaki berkaca mata
Entahlah dari mana kisah ini berkembang hingga akhirnya kami semua menganggap lelaki berkaca mata itu menyukai teman kami yang lain yang aku sebut dengan Lelaki kameramen
Ya, lelaki dengan lelaki...
Apa?? Kalian merasa aneh??
Bisa kalian jelaskan padaku dimana letak keanehan menyukai seseorang, terlepas dari semua norma, adat, agama atau apapun yang mengingkatnya.
Karena yang aku tahu, cinta itu anugerah Tuhan
CINTA ITU UNIVERSAL
se simple jika aku memberikan pertanyaan
"Apakah kau mencintai ibumu?"
"Apakah kau mencintai ayahmu?"
"Apakah kau mencintai kakak/ adik mu?"
atau
"Apakah kau menyayangi sahabat-sahabatmu?"
"Apakah kau menyayangi hewan peliharaannmu?"
"Apakah kau masih menyimpan barang-barang masa kecilmu dan merasa sayang untuk membuangnya karena memiliki kenangan tersendiri untukmu?"
Atau apapun yang akan ku tanyakan mengenai perasaan cintamu tentang apapun dan siapapun, aku yakin kalian akan menjawab semua pertanyaanku dengan "YA"
Lalu tentang lelaki berkaca mata yang telah kuperhatikan dalam beberapa hari ini, kalau pun memang benar dia menyukai lelaki kameramen tersebut....
Awalnya aku sama seperti kalian, menganggap itu bukan sesuatu yang wajar.
Lelaki tidaklah diciptakan untuk lelaki.
Namun tidak ada yang salah dari cinta.
Aku mencintai sahabatku.
Berjenis kelamin perempuan yang selalu kupanggil dengan sebutan perempuan ragi.
Lalu apakah itu aneh?
Atau jika aku bertanya kepada kalian
"Abang i, apakah kau takut kehilangan lelaki kameramen sebagai sahabatmu?"
"Perempuan ragi, apakah kau rela aku pergi meninggalkanmu dan tidak akan kembali lagi?"
Aku rasa tidak ada yang akan rela kehilangan satu sama lain walaupun berjenis kelamin sama
Karena kita saling menyayangi satu sama lain.
Maaf jika terlalu banyak berputar-putar menjelaskan tentang cinta.
Aku hanya ingin menjelaskan dengan bahasa sederhana yang kita rasakan setiap hari
Lalu untuk lelaki berkaca mata atau untuk siapapun itu, nikmatilah perasaan cintamu terhadap siapapun
Jangan pernah berpikir itu salah karena melawan kodrat norma, adat atau bahkan agama
Karena aku yakin, semua cinta bertujuan baik
Dan aku hanya bisa mengatakan, apapun yang kau rasakan dan apapun yang akan terjadi,,,
KITA SAHABAT SELAMANYA...
-terinspirasi dari kisah nyata-
Best Regard
- Zaky Muhammad
- Joni Effendi
- Risti Ayu Wulansari
- Fachrur Razy
- Ryan Andryansyah
- Isnan Fauzan
- Aldi Suandana
- Andhika Kamiswara
- Budi Darmawan
- Venansius Adhi
- Faldy Faldano Amahorseja
- Enki Mushonif
- Benny Pratama
ENJOT THIS NOTE, FELLAS!!
With Love
_Rizkita Haryani Lubis_
Kami, atau aku lebih tepatnya, menamakannya lelaki berkaca mata
Entahlah dari mana kisah ini berkembang hingga akhirnya kami semua menganggap lelaki berkaca mata itu menyukai teman kami yang lain yang aku sebut dengan Lelaki kameramen
Ya, lelaki dengan lelaki...
Apa?? Kalian merasa aneh??
Bisa kalian jelaskan padaku dimana letak keanehan menyukai seseorang, terlepas dari semua norma, adat, agama atau apapun yang mengingkatnya.
Karena yang aku tahu, cinta itu anugerah Tuhan
CINTA ITU UNIVERSAL
se simple jika aku memberikan pertanyaan
"Apakah kau mencintai ibumu?"
"Apakah kau mencintai ayahmu?"
"Apakah kau mencintai kakak/ adik mu?"
atau
"Apakah kau menyayangi sahabat-sahabatmu?"
"Apakah kau menyayangi hewan peliharaannmu?"
"Apakah kau masih menyimpan barang-barang masa kecilmu dan merasa sayang untuk membuangnya karena memiliki kenangan tersendiri untukmu?"
Atau apapun yang akan ku tanyakan mengenai perasaan cintamu tentang apapun dan siapapun, aku yakin kalian akan menjawab semua pertanyaanku dengan "YA"
Lalu tentang lelaki berkaca mata yang telah kuperhatikan dalam beberapa hari ini, kalau pun memang benar dia menyukai lelaki kameramen tersebut....
Awalnya aku sama seperti kalian, menganggap itu bukan sesuatu yang wajar.
Lelaki tidaklah diciptakan untuk lelaki.
Namun tidak ada yang salah dari cinta.
Aku mencintai sahabatku.
Berjenis kelamin perempuan yang selalu kupanggil dengan sebutan perempuan ragi.
Lalu apakah itu aneh?
Atau jika aku bertanya kepada kalian
"Abang i, apakah kau takut kehilangan lelaki kameramen sebagai sahabatmu?"
"Perempuan ragi, apakah kau rela aku pergi meninggalkanmu dan tidak akan kembali lagi?"
Aku rasa tidak ada yang akan rela kehilangan satu sama lain walaupun berjenis kelamin sama
Karena kita saling menyayangi satu sama lain.
Maaf jika terlalu banyak berputar-putar menjelaskan tentang cinta.
Aku hanya ingin menjelaskan dengan bahasa sederhana yang kita rasakan setiap hari
Lalu untuk lelaki berkaca mata atau untuk siapapun itu, nikmatilah perasaan cintamu terhadap siapapun
Jangan pernah berpikir itu salah karena melawan kodrat norma, adat atau bahkan agama
Karena aku yakin, semua cinta bertujuan baik
Dan aku hanya bisa mengatakan, apapun yang kau rasakan dan apapun yang akan terjadi,,,
KITA SAHABAT SELAMANYA...
-terinspirasi dari kisah nyata-
Best Regard
- Zaky Muhammad
- Joni Effendi
- Risti Ayu Wulansari
- Fachrur Razy
- Ryan Andryansyah
- Isnan Fauzan
- Aldi Suandana
- Andhika Kamiswara
- Budi Darmawan
- Venansius Adhi
- Faldy Faldano Amahorseja
- Enki Mushonif
- Benny Pratama
ENJOT THIS NOTE, FELLAS!!
With Love
_Rizkita Haryani Lubis_
Langganan:
Postingan (Atom)