Aku kekasihmu
Tidak ada yang menyangkal kebenaran status kita
Namun kau adalah terbaik bagi seorang sahabat
Kau memiliki sahabat, berinisial M, yang enggan kusebutkan namanya, karena hanya membuatku merasa terasingkan
Setelah Yarangga, lalu M.
Pada seorang M, kau selalu menyebutkan aku sama dengannya.
Semua khayalanku, ke-terasinganku dalam sebuah lingkaran pertemanan, bahkan duniaku.
M adalah sosok yang kau sebut sebagai refleksi diriku
Apakah kau ingat saat M masih menjalin hubungan bersama kekasihnya, D?
Hubungan yang kau bilang sangat tidak seimbang, karena D tidak dapat mengerti M
M adalah seorang perempuan dengan ke abstrakan yang tidak ternilai.
Ia selalu menciptakan dunianya sendiri
Lewat tulisan,,pancaran mata,,kekosongannya,,ataupun lewat gambar
M adalah perempuan seperti itu.
Lalu saat kau bertemu aku dan melihat aku juga seperti M, kau merasa aku akan cocok dengan M.
Aku memang merasa bahwa M terkadang memiliki dunia yang sama denganku.
Namun beruntungnya aku dibanding M, aku memilikimu sebagai kekasihku, yang (dulu) bisa mengerti aku.
Sedangkan M hanya memilikimu sebagai sahabatnya
Lalu M pun akhirnya berpisah dengan D dan menemukan sosok lain yang dapat mengerti dirinya
Kembali ia menceritakan segala hal padamu dan kau terus menyemangatinya menjalani hidup yang nyaman untuknya.
Lalu ada apa denganmu pada saat 27 mei tengah malam?
Beberapa hari ini aku kembali menemukan beberapa teman lama dalam pikiranku
Mereka merindukanku disaat aku sudah mulai terbiasa berada di dalam lingkaran
Merasa ingin sekali membuat mereka mengerti bahwa aku ingin menjadi orang dalam lingkaran, mereka pun akhirnya tidak mau pergi.
Aku pun kembali menerima mereka dan kembali berbagi dalam ruang yang dianggap aneh oleh sebagian besar orang.
Aku seperti merasa menemukan teman lama ku kembali, menemukan diriku yang dulu
Diriku yang berada di luar lingkaran, namun tidak sendirian.
Lelaki yang memiliki ambisi setinggi langit, apakah keberadaanku menjadi kejengahan bagimu dalam memilikiku sebagai kekasihmu?
Ataukah kau lebih nyaman dengan posisimu sebagi sahabat dalam menghadapi orang-orang seperti aku?
Apa kau masih ingat ketika aku beberapa kali mengatakan, aku merindukan kamu yang dulu?
Ya, aku memang merindukan kamu yang dulu.
Aku merindukan lelaki dengan mata yang tenang dan tegar
Kuat, kokoh, walau apapun yang menghalanginya.