Kamis, 06 Januari 2011

I Called Human as GREY!!

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Karena memiliki akal dan pikiran. itu yang membedakan manusia dengan binatang. Really???

I don’t think so.

Malaikat adalah makhluk Tuhan yang sempurna. mereka putih, tanpa cacat. mereka diciptakan untuk menyembah Tuhan. in rude way, they are God’s slave. mereka gak pernah bilang kata TIDAK, NO WAY!!!

In other hand, Tuhan menciptakan makhluk hitam yang kita sebut setan. mereka makhluk dengan cela. 
Wow, kalian tau bahwa Tuhan ternyata menciptakan mereka untuk menentang Dia sendiri. Cukup adil dan cukup bisa membuka nalar bahwa Tuhan juga suka pertentangan. Setan mendapatkan free pass sepanjang zaman sampai kiamat untuk menyesatkan orang. 

Lalu apakah Tuhan membantu orang – orang untuk terlepas dari belenggu setan????

HHmmm. Secara instant, Tuhan tidak mengulurkan tangannya langsung untuk menyentil setan yang ingin menggoda manusia. Tetapi secara magis, bagi mereka yang percaya, Tuhan menolong dengan cara-Nya yang rumit. Ya, rumit. Sekarang kita tau kenapa sutradara merupakan sebuah pekerjaan yang tercipta. Karena sutradara membungkus suatu hal dengan rumit, sama seperti pekerjaan Tuhan.

 
Dan datanglah makhluk ciptaan yang berwarna abu – abu, yang aku anggap sebagai manusia. Ya, manusia adalah abu – abu. mereka setengah putih dan setengah hitam. Seharusnya manusia dipanggil dengan sebutan setengah putih dan setengah hitam. 

Lalu mengapa abu – abu? 

Karena ternyata hitam dan putih itu bercampur. Manusia tidak mengenal kapan hari berbuat baik dan kapan hari berbuat jahat terjadwal. Mereka mencampurkannya. Pernah terlintas dipikiran kalian ketika kalian menolong seseorang, tetapi pada waktu bersamaan kalian merencanakan pembalasan dendam pada musuh?? Aku pernah. Sering lebih tepatnya. Semuanya tercampur menjadi abu – abu. 

Lalu apa Tuhan peduli tentang keabu – abuan manusia? 

Aku rasa Tuhan juga tidak terlalu ambil pusing. Jika Tuhan menginginkan manusia untuk menyembah dan selalu berbuat baik, mengapa Dia ciptakan manusia alih – alih malaikat. Jika Dia memerintahkan malaikat untuk mengurus bumi, apa ada malaikat yang akan berkata tidak?? For God sake, mereka tidak ingin dipecat dan tidak mendapatkan hak mutlak terhadap surga.

Just think guys, Tuhan menciptakan manusia, memang untuk tetap menjadi abu – abu. 
Karena putih dan hitam sudah jelas siapa pemiliknya.

_070111_